Editing Voice Over Perempuan (Voice Over Silet Awards 2014)

mixing-room-voice

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas editing voice over perempuan. Beberapa hari yang lalu, saya merekam suara voice over mbak Goestin, yang merupakan pengisi VO yang sangat berpengalaman. Suaranya sering kita dengar hampir setiap hari di televisi. Kak Goestin mengisi suara untuk program acara infotaiment SILET; selama 12 tahun terakhir ini.
Voice Over ini digunakan untuk pembacaan nominasi dan VT dalam Silet Awards 2014 yang ditayangkan di RCTI 23 November 2014.

Ini sample suaranya sebelum di edit:

Dua tools yang digunakan untuk mengedit suara ini adalah compressor dan EQ. Seperti biasa, compressor digunakan untuk mendapatkan dinamika suara yang lebih konstan. Sementara EQ digunakan untuk memodifikasi warna suara. Suara asli dari Voice Overnya sendiri sebenarnya sudah bagus. Tugas kita hanya tinggal menonjolkan “frekuensi khas”-nya, dan membuang frekuensi bawah yang tidak perlu dan mengakibatkan suara menjadi “mendem” secara keseluruhan.

Setting Compressor yang digunakan:
Screen Shot 2014-11-22 at 12.20.52 PM

Sementara untuk setting EQ nya adalah:
Screen Shot 2014-11-22 at 12.20.59 PM

Di situ nampak, bahwa Equalising yang dilakuakn tidak terlalu banyak. Ini karena sebetulnya suara aslinya sudah bagus dan hasil rekamannya natural serta sesuai kebutuhan. Maka, EQ nya tidak perlu banyak-banyak. Ini yang kita lakukan kali ini:

Kita membuang frekuensi di bawah 47h karena memang tidak membutuhkannya.
Kita menambah atau mem boost sedikit frekuensi sekitar 174 karena di situ letak “warna gelap” khas voice over silet ini. Frekuensi ini juga menambah tenaga dari hasil rekaman.
Kita juga menambahkan sedikit frekuensi 3,29 khz untuk mendapatkan keseimbangan warna suara terang yang baik, sehingga secara keseluruhan suara menjadi tetap jelas.

Sebagai hasilnya kita mendapatkan suara ini:

Satu tips untuk merekam dan mengedit voice over seperti ini. Sebaiknya kita memisahkan antara track hasil rekaman dan track yang akan diedit. Ini tujuannya supaya kita bisa memiliki “cadangan” ketika ternyata tanpa sengaja kita men-delete suara yang seharusnya dipakai. Selain itu, nantinya kita juga bisa membedakan antara suara asli hasil rekaman dan hasil editan.

Screen Shot 2014-11-22 at 12.00.47 PM

Tips kedua, pengisi suara Voice Over seperti ini biasanya sangat profesional. Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk menginterpetasikan suatu teks baik soal pemenggalan kata dan intonasi. Maka tugas kita adalah memperhatikan dan memastikan tidak ada masalah secara audio, misalnya level yang over atau suara tertiup karena kasus huruf P atau B. Sebaiknya jarak antara pengisi suara dan microphone sedikit ditambahkan untuk menghindari resiko itu. Asal, suara difokuskan ke mic, kita mendapatkan suara yang bagus dan natural. Jangan ragu-ragu meminta rekam ulang jika menemui masalah-masalah seperti itu.

Salam, ini salah satu sample suara lagi dari kak Goestin untuk www.musicinu.com. Its just for fun…

Sebelum:

Sesudah:

viva la musica…

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Close Menu