Apakah Music Composer perlu mempelajari proses digital mixing dan mastering?

Seorang music composer sangat perlu mempelajari proses digital audio mixing-mastering. Selama dekade belakangan ini, berkat teknologi, proses produksi musik digital memungkinkan kita untuk belajar mixing dan mastering dari rumah. Meskipun sangatlah disarankan memberikan proses mixing mastering kepada orang lain atau sound engineer profesional, namun rupanya memahami tekhnik dasar mixing-mastering memberikan beberapa keuntungan bagi music composer.

Pertama, kita mampu berkomunikasi dengan sound engineer dengan lebih baik terutama untuk menyampaikan visi musik kita. Contoh realnya saat membahasakan karakter audio, seseorang biasanya menggunakan istilah “mendem”, “nggulung”, “cempreng”, atau “seperti kaleng”. Pernyataan seperti itu memang tidak salah, namun secara spesifik membutuhkan waktu bagi sang sound engineer untuk mengartikan maksud kita. Jika seorang composer memahami range frekuensi mana yang perlu di-cut atau di-boost, komunikasi teknis akan lebih efektif.

Kedua, dengan menguasai tekhnik dasar mixing, kita bisa menyajikan kualitas demo kita dengan lebih baik. Presentasi awal dari demo kadang justru amat menentukan. Dalam waktu yang singkat, pengaplikasian equalizing, compressor, dan manipulasi ruang tentu akan sangat membantu meningkatkan kualitas produksi. Klien tentu saja akan memahami bahwa “draft” musik demo tentu tidak sebagus master yang akan diproduksi. Namun, perlu diupayakan agar kualitas demo ini jangan sampai menjatuhkan “harga diri” si musik yang diproduksi.

Keuntungan yang ketiga adalah dengan mencoba memahami fitur-fitur dan tahapan dalam mixing, seorang composer akan mendapatkan stimulus baru dalam berkarya. Fitur side chain compression misalnya, akan sangat membantu seorang composer dalam menciptakan musik yang “bertenaga”. Sementara, menguasai penggunaan delay akan memberikan ide-ide menarik pada proses produksi musik.

Keempat, dengan memahami apa yang diperhatikan oleh sound engineer, seorang composer dapat lebih bijak dalam memilih kombinasi intrument yang digunakan dalam sebuah komposisi. Berdasarkan pengalaman, seorang pembuat musik pendatang baru biasanya memasukkan semua jenis alat musik, atau sound yang dia temukan padahal secara frekuensi banyak bunyi yang berpotensi “tabrakan” satu sama lain. Mereka sangka dengan memasukkan banyak instrumen, mereka sedang meningkatkan kualitas musik mereka. Sayangnya, ini tidak selalu seperti itu.

Jika music composer paham betul frekuensi mana yang perlu mereka isi dan dengan karakter instrument apa hal itu diraih, hal ini tentu akan membuat peran setiap instrumen menjadi lebih efisien.

Itulah empat keuntungan bagi seorang music composer jika ia juga memahami proses digital audio mixing-mastering. Meskipun untuk hasil terbaik music composer sangat memerlukan sound engineer profesional, mengetahui proses tersebut secara mendalam memiliki beberapa keuntungan secara signifikan. Salam Budaya.

Leave a Reply

Close Menu