Desaku: Aransement untuk String Orkestra

blok

“Desaku” merupakan nyanyian karya Liberty Manik yang juga mengarang “Satu Nusa Satu Bangsa”. Liberty Manik atau yang lebih kita kenal sebagai L. Manik ternyata adalah pengajar musik ISI Yogyakarta yang menyelesaikan studi doktoral musiknya di Berlin.

Melodi dan isi lagu ini begitu menarik untuk diaransement kembali. Kali ini, aransement akan disajikan untuk string orkestra. Seksi String dikenal sebagai tulang punggung orkestra. Hal ini disebabkan karena, seksi string mampu memainkan musik dalam durasi yang sangat panjang karena sumber bunyinya tidak bergantung pada nafas manusia. Juga karena string mampu memainkan dinamika yang lembut maupun yang sangat keras sekalipun.

String orksetra menawarkan warna suara yang cukup mudah dicampurkan, tetapi tetap memiliki kekayaan warna khas sendiri-sendiri. Viola misalnya, memiliki karakter “sengau” di register tingginya. Atau Cello yang bisa “berteriak” di register tinggi.

Jadi apa yang saya lakukan untuk aransement kali ini. Beberapa tahap yang bisa saya sadari adalah sebagai berikut;
menentukan konsep – menentukan bentuk – orkestrasi – finishing
Ceritanya sebagai berikut.
a. Menentukan konsep; adalah memilih salah satu bentuk komposisi antara “tema dan variasi”, “fantasi”, “fuga”, atau “mempertahankan melodi dan mengeksplor aspek musik yang lain”.

b. Menentukan urutan kejadian musiknya; sebutlah ini sebagai menentukan bentuk musiknya.Hal ini membantu saya membangun struktur komposisi secara keseluruhan. Pada aransement ini yang saya pilih adalah urutan:
intro panjang (solo viola) – solo cello – solo violin – tutti.

c. Orkestrasi; Merupakan langkah yang paling menyenangkan sekaligus sulit. Dalam orkestrasi selalu ada kepekaan yang harus diasah, terutama dalam hal keseimbangan warna dan dinamikanya. Juga mempertimbangkan register yang tepat pada instrument yang bersangkutan. Dalam tahap ini, keputusan-keputusan untuk melakukan modulasi biasanya saya ambil.(demi kenyamanan pemain memainkan melodinya)

d. Finishing; meneliti dinamika yang dipakai, arah bow, Dalam tahap ini, penulis juga berkonsultasi kepada pimpinan orkestra yang pertama kali memainkan.

Ini adalah salah satu cara yang bisa saya ceritakan. Pasti banyak langkah lain yang bisa ditempuh untuk melahirkan sebuah karya.

Aransement ini sudah dimainkan di konser “Melody of The Childhood Memories” oleh Ngayogstringkarta di Gedung Societet TBY pada
Oktober 2015.

Akan dimainkan di konser “F-Hole” di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 2 April 2016.
Semoga bermanfaat. Salam musik.

Leave a Reply

Close Menu